Cara Kerja dan Cara Mendapatkan Uang Dari Threads

Sejak Meta meluncurkan Threads pada Juli 2023, platform ini tumbuh cepat lalu sempat sepi, sebelum akhirnya mulai menemukan karakternya sendiri. Hari ini, Threads sudah punya lebih dari 300 juta pengguna aktif dan algoritmanya terus berkembang.

Saya sudah cukup lama bereksperimen di Threads dengan mencoba berbagai format konten, waktu posting, dan gaya interaksi dan di artikel ini saya akan berbagi apa yang benar-benar bekerja, bukan sekadar teori.

Ardan Threads Profile Photo

Ardan

@jumardanm on Threads

Ardan on Threads for content marketing and everyday insights.

Follow Sekarang 😘

Apa Itu Threads dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bedanya Threads dengan Twitter/X

Pertanyaan pertama yang hampir selalu muncul “Bukannya Threads itu mirip Twitter?”

Secara tampilan, iya. Tapi di baliknya cukup berbeda. Threads adalah platform berbasis teks yang dibuat Meta; perusahaan yang sama di balik Instagram dan Facebook. Karena itu, akun Threads kamu terhubung langsung dengan akun Instagram-mu, termasuk username dan followernya.

Melansir dari TechCrunch, perbedaan Thread dengan Twitter/X adalah di filosofi distribusinya. Twitter/X sangat bergantung pada following dan trending topics. Threads, sebaliknya, lebih mirip hybrid antara Twitter dan TikTok. Konten di Thread bisa menjangkau orang yang belum follow kamu sama sekali, selama algoritmanya menilai kontenmu relevan.

Dua Feed Utama di Threads

Cara dapat uang dari Threads, yaitu gunakan Threads untuk membangun audiens dan kepercayaan, lalu arahkan mereka ke tempat yang bisa menghasilkan uang.

Ada dua feed yang perlu kamu pahami:

  • Following: menampilkan konten dari akun yang kamu follow, mirip Twitter versi lama
  • For You: dikurasi algoritma, bisa menampilkan konten dari siapa saja

Mayoritas pengguna Threads lebih banyak menghabiskan waktu di tab For You. Ini artinya peluang jangkauan organik di Threads lebih besar dibanding Twitter, tapi juga berarti kontenmu bersaing dengan semua konten di platform, bukan cuma dari orang yang sudah mengenalmu.

Cara Algoritma Threads Mendistribusikan Konten

Ini bagian yang paling penting untuk dipahami sebelum mulai posting.

Dari eksperimen yang saya lakukan selama beberapa bulan terakhir, ada pola yang cukup konsisten soal bagaimana Threads mendistribusikan konten:

  • Performa di jam pertama sangat menentukan. Kalau kontenmu mendapat engagement cepat setelah diposting, yakni berupa reply, like, atau repost, maka algoritma akan mendorong jangkauannya lebih jauh. Konten yang stagnan di jam pertama cenderung tidak akan naik signifikan setelahnya.
  • Reply lebih berbobot dari sekadar like. Threads sepertinya memberikan bobot lebih tinggi pada reply dibanding like. Ini masuk akal karena reply menandakan konten cukup menarik untuk direspons, bukan sekadar di-scroll dan di-like.
  • Konsistensi akun berpengaruh. Akun yang aktif dan konsisten posting cenderung mendapat jangkauan lebih stabil dibanding akun yang positing sporadis.
  • Hook kalimat pertama sangat krusial. Threads memotong teks panjang dengan tombol “selengkapnya”. Kalau kalimat pertamamu tidak menarik perhatian, orang tidak akan tap untuk baca lebih lanjut; dan itu sinyal negatif ke algoritma.

Baca juga: Case Study Thread Viral

Format Konten yang Bisa Diposting di Threads

Threads mendukung beberapa format:

  • Teks saja: format paling basic, tapi justru sering yang paling viral kalau copywritingnya kuat
  • Teks + foto: cocok untuk personal story atau konten edukasi yang butuh visual pendukung
  • Teks + video: jangkauan cenderung lebih luas, tapi produksinya lebih berat
  • Teks + link: berfungsi tapi perlu hati-hati — algoritma beberapa platform memang diketahui lebih membatasi konten dengan link eksternal

Dari pengalaman saya, konten teks murni dengan hook yang kuat sering mengalahkan konten dengan visual. Threads adalah platform yang sangat conversation-driven alias orang datang untuk membaca dan berdiskusi, bukan cuma melihat gambar.

Cara Agar Konten Threads Bisa Viral

1. Formula Konten yang Tinggi Engagement

Tidak ada formula ajaib yang menjamin viral, tapi ada struktur yang terbukti bekerja lebih konsisten dibanding yang lain.

Hook adalah segalanya. Kalimat pertama menentukan apakah orang akan berhenti scroll atau tidak. Beberapa pola hook yang bekerja dengan baik di Threads:

  • Pernyataan kontroversial atau tidak populer: “Sebagian besar tips content marketing yang beredar di internet itu salah.”
  • Angka yang spesifik: “Saya posting 120 thread dalam 60 hari. Ini yang saya pelajari.”
  • Pertanyaan yang langsung relevan: “Kenapa konten kamu bagus tapi tidak ada yang engage?”
  • Pengakuan jujur: “Dua tahun lalu saya tidak tahu apa-apa soal content marketing. Ini yang mengubah segalanya.”

Setelah hook, struktur konten yang bekerja adalah: problem → insight → solusi atau takeaway.

Jangan terlalu panjang jika tidak perlu karena Threads bukan tempat untuk artikel. Konten 3–6 paragraf pendek sering lebih efektif dari satu blok teks panjang.

Baca juga: Struktur Artikel SEO-Friendly

2. Waktu Posting yang Tepat

Waktu posting memengaruhi seberapa cepat kontenmu mendapat engagement awal, yang seperti sudah disebutkan, sangat menentukan jangkauan selanjutnya.

Secara umum, waktu yang cenderung lebih aktif di Threads untuk audiens Indonesia adalah pagi hari (07.00–09.00), jam makan siang (12.00–13.00), dan malam (19.00–21.00). Tapi ini hanya baseline. Waktu optimal bisa berbeda tergantung niche dan demografi audiensmu.

Tipsnya, selama beberapa minggu pertama, coba variasikan waktu posting dan catat hasilnya. Pola yang muncul dari data akun sendiri jauh lebih akurat dibanding rekomendasi generik.

3. Strategi Reply dan Interaksi

Ini bagian yang sering dilewatkan pemula tapi justru sangat berpengaruh.

Threads adalah platform berbasis percakapan. Orang datang bukan hanya untuk memposting, tapi untuk berdialog. Implikasinya:

  • Balas setiap reply yang masuk, setidaknya dalam beberapa jam pertama. Setiap reply yang kamu balas memunculkan notifikasi ke orang itu, dan sering membuat mereka kembali ke thread-mu.
  • Ikut aktif di thread orang lain di niche yang sama. Reply yang thoughtful dan relevan di postingan akun besar bisa membawa traffic ke profilmu.
  • Jangan hanya promosi. Akun yang 90% kontennya promosi atau self-promo cenderung tidak dapat traction di Threads. Platform ini rewarding buat akun yang genuinely berkontribusi dalam percakapan.

Kesalahan yang Bikin Konten Tidak Berkembang

Belajar dari kesalahan bisa mempercepat kurva belajarmu. Ini beberapa yang paling umum:

  • Hook terlalu lemah atau generik: “Hai, hari ini saya mau berbagi tips…” adalah cara paling efektif untuk kehilangan pembaca di kalimat pertama.
  • Tidak ada call to action atau conversation starter: kalau kontenmu tidak mengundang orang untuk merespons, engagement organik akan sulit datang.
  • Terlalu banyak hashtag: berbeda dari Instagram, Threads tidak bergantung pada hashtag untuk distribusi. Satu atau dua hashtag relevan sudah cukup, lebih dari itu justru terlihat spammy.
  • Posting lalu menghilang: tidak membalas reply sama dengan mematikan momentum kontenmu sendiri.
  • Konten terlalu polished dan tidak personal: Threads rewarding untuk konten yang terasa manusiawi dan jujur. Konten yang terlalu “corporate” cenderung tidak dapat traction.

Cara Menghasilkan Uang dari Threads

Apakah Threads Punya Program Monetisasi Langsung?

Jawaban jujurnya: belum, tidak seperti YouTube yang punya AdSense atau TikTok yang punya Creator Fund.

Saat artikel ini ditulis (Juni 2026), Threads belum memiliki program monetisasi langsung berbasis views atau konten. Meta memang sudah mulai bereksperimen dengan beberapa fitur monetisasi, tapi belum ada yang mature dan tersedia secara luas untuk kreator Indonesia.

Tapi ini bukan berarti kamu tidak bisa menghasilkan uang dari Threads. Caranya hanya berbeda.

Threads sebagai Funnel ke Platform atau Produk Lain

Ini cara yang paling realistis dan efektif saat ini.

Konsepnya sederhana, yaitu gunakan Threads untuk membangun audiens dan kepercayaan, lalu arahkan mereka ke tempat yang bisa menghasilkan uang — baik itu website, newsletter, produk digital, atau layanan jasa.

Beberapa jalur yang bisa digunakan:

  • Link di bio: Threads mengizinkan satu link di bio. Gunakan link ini secara strategis — bisa ke halaman produk, landing page kelas online, atau link aggregator seperti Linktree.
  • Drive ke newsletter: bangun email list dari audiens Threads-mu. Email list jauh lebih stabil dibanding follower di platform manapun karena tidak bergantung pada algoritma.
  • Konten yang merupakan teaser: posting insight bernilai di Threads, lalu tawarkan versi lengkapnya di tempat lain; bisa artikel, video YouTube, atau konten berbayar.

Endorsement dan Affiliate Marketing

Kalau akunmu sudah punya audiens yang engaged, endorsement dan affiliate marketing adalah jalur monetisasi yang logis.

Beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Tidak ada angka follower minimum yang pasti untuk mulai di-approach brand atau mulai promosi afiliasi. Yang lebih penting adalah engagement rate dan relevansi niche.
  • Akun dengan 5.000 follower tapi engagement rate tinggi dan niche yang jelas sering lebih menarik buat brand dibanding akun dengan 50.000 follower tapi engagement rendah.
  • Untuk afiliasi, pilih produk yang benar-benar relevan dengan niche dan audiens kamu. Audiens Threads cukup sensitif terhadap promosi yang terasa tidak autentik.
  • Selalu disclose kalau konten adalah paid partnership atau affiliate. Sebab ini bukan hanya soal etika tapi juga menjaga kepercayaan audiens jangka panjang.

Threads sebagai Portofolio Personal Brand

Ini angle yang menurut saya paling underrated, dan paling relevan kalau kamu adalah seorang profesional, konsultan, atau freelancer.

Threads adalah tempat yang sangat efektif untuk membangun otoritas di bidang tertentu. Konsistensi dalam berbagi insight dan pengalaman nyata di niche kamu bisa membuka peluang yang tidak datang dari platform lain:

  • Tawaran speaking atau workshop
  • Klien yang datang sendiri karena melihat kontenmu
  • Kolaborasi dengan kreator atau brand lain di niche yang sama
  • Peluang media atau wawancara

Kuncinya adalah konsisten menunjukkan keahlian melalui konten, bukan sekadar memposting promosi diri. Orang follow akun yang memberi value, bukan akun yang terus-terusan bilang “saya ahli di bidang ini.”

Intinya..

Threads bukan lagi platform baru yang perlu ditunggu-tunggu. Ini sudah menjadi salah satu platform dengan peluang jangkauan organik terbesar saat ini, terutama karena banyak kreator dan brand belum serius menggarapnya.

Tiga hal utama yang perlu kamu ingat:

  • Pahami cara kerja algoritmanya; terutama betapa pentingnya engagement di jam pertama dan kekuatan hook di kalimat pertama.
  • Bangun kebiasaan berinteraksi, bukan hanya posting. Threads rewarding untuk akun yang benar-benar hadir dalam percakapan.
  • Pikirkan Threads sebagai bagian dari ekosistem kontenmu, bukan tujuan akhir. Gunakan sebagai funnel ke platform atau produk yang bisa menghasilkan uang secara langsung.

Kalau kamu baru mulai, mulailah dengan konsisten, misalnya dua puluh thread yang benar-benar dipikirkan lebih baik dari dua ratus thread yang asal posting.

Leave a Comment