5 Cara Membuat Editorial Plan Artikel

Pernah merasa kehabisan ide saat mau nulis artikel? Atau malah bingung harus mulai dari mana karena topiknya terlalu banyak? Nah, di sinilah editorial plan berperan. Dengan editorial plan, kamu nggak cuma punya jadwal publish, tapi juga arah strategi konten yang jelas; mulai dari pemilihan keyword, topik sesuai audience, sampai cara ukur performa. 

Berikut ini kita akan membahas cara membuat editorial plan artikel, plus bedanya editorial plan artikel dan media sosial biar kamu nggak salah arah.

Apa Itu Editorial Plan?

Kalau kamu baru terjun ke dunia content writing atau content marketing, mungkin kamu pernah dengar istilah editorial plan. Tapi sebenarnya, editorial plan adalah peta strategi konten yang bantu kamu menentukan apa yg harus ditulis, kapan dipublikasikan, dan siapa yg bertanggung jawab.

Tapi ingat, editorial plan bukan cuma kalender konten biasa. Di dalamnya bisa ada banyak detail tambahan seperti objective per artikel, target pembaca, channel distribusi, sampai ide headline.

Editorial plan bukan cuma dipakai oleh media besar. Blog pribadi, UMKM, bahkan tim konten kecil di startup juga bisa (dan sebaiknya) punya editorial plan. Kenapa? Karena bikin konten tanpa rencana itu sama kayak nulis tanpa tujuanβ€”rawan nyasar.

Pentingnya Editorial Plan

Tanpa editorial plan, kamu bakal sering ngalamin ini:

  • Stuck ide konten tiap minggu
  • Nggak konsisten update blog
  • Kontennya saling tumpang tindih atau justru terlalu acak
  • Susah ngelacak performa artikel
  • Editorial plan bantu kamu kerja lebih strategis, bukan cuma produktif. Jadi bukan soal seberapa banyak artikel yg kamu bikin, tapi apakah artikel itu memang bagian dari rencana besar.
Baca juga: Bikin Content Marketing Strategy Langsung Pakai

Perbedaan Editorial Plan Artikel dan Media Sosial

Banyak yg ngira editorial plan itu satu jenis untuk semua channel. Padahal beda.

Editorial plan artikel biasanya lebih fokus ke:

  • SEO: pemilihan keyword, search intent, meta data
  • Topik mendalam dan long-form
  • Evergreen content dan konten pilar
  • Distribusi ke blog/website utama

Sementara editorial plan media sosial lebih ke:

  • Engagement: like, comment, share
  • Format visual dan caption singkat
  • Topik trend mingguan
  • Distribusi cepat di Instagram, TikTok, Threads, dll

Jadi jangan samain keduanya, ya. Kalau kamu nulis artikel blog, editorial plan-nya harus relevan dgn dunia SEO dan content depth.

5 Cara Membuat Editorial Plan Artikel

Lalu, gimana sih cara membuat editorial plan artikel yang efektif?

1. Tentukan Dulu Tujuanmu

Konten kamu harus nyambung dgn goal yg lebih besar. Misalnya, campaign launching produk baru, pengen ningkatin traffic organik, atau bangun authority di niche tertentu. Jangan langsung mikir topikβ€”tapi mulai dari tujuannya dulu.

2. Tentukan 3–5 Content Pillar

Content pillar itu kategori utama yg jadi fondasi blog kamu. Misalnya kalau kamu punya website parenting, pilar kontennya bisa: kehamilan, tumbuh kembang anak, dan psikologi ibu.

Kenapa penting? Biar konten kamu gak lompat-lompat dan pembaca tahu kamu expert di bidang itu.

3. Riset Keyword Berdasarkan Search Intent

Bukan cuma cari keyword volume tinggi. Kamu juga perlu tahu:

  • Apa pertanyaan yg sering dicari?
  • Gaya bahasa target pembaca kayak gimana?
  • Format artikel seperti apa yg mereka suka?

Tools seperti Google Keyword Planner, AnswerThePublic, atau manual lewat hasil pencarian Google bisa bantu kamu nemuin topik relevan.

4. Bikin Editorial Plan

Bikin editorial plan 1 bulan ke depan dengan isi seperti:

  • Tanggal publish
  • Judul sementara
  • Keyword fokus
  • Content Pillar
  • Tujuan artikel (SEO, edukasi, konversi)
    Penanggung jawab

Gunakan Google Sheets, Notion, atau Trello; yang penting mudah diakses tim.

5. Tetap Fleksibel

Kamu gak harus kaku dgn jadwal. Sisipkan 1–2 slot per bulan untuk topik mendadak, update tren, atau konten eksperimental. Editorial plan yg baik itu punya struktur tapi tetap adaptif.

Contoh Editorial Plan Artikel Bulanan

Berikut contoh sederhana editorial plan selama 1 bulan untuk website yang jualan skincare lokal:

TanggalJudul ArtikelMain KeywordContent PillarTujuanPIC
3 AugCara Memilih Skincare untuk Kulit Berminyakskincare kulit berminyakPanduan ProdukSEORina
7 Aug5 Bahan Alami yang Aman untuk Kulit Sensitifbahan alami kulit sensitifIngredientsEdukasiRina
14 AugReview Produk Serum Lokal Terlaris 2025serum lokal terbaikReviewKonversiDwi
21 AugPerbedaan Toner dan Essence, Mana Duluan?toner vs essenceBasic KnowledgeSEODwi
28 AugTips Simpel Membuat Rutinitas Skincare Malamskincare malamGaya HidupEngagementRina

Kamu bisa tambahkan kolom performa atau insight di akhir bulan untuk evaluasi juga.

Intinya

Cara membuat editorial plan artikel itu sebenarnya bukan soal teknis doang, tapi soal mindset: kamu mau kerja reaktif atau proaktif?

Dengan editorial plan, kamu bisa lebih fokus, konsisten, dan relevan. Konten kamu gak cuma banyak, tapi juga berdampak.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Editorial plan itu apa sih?


Editorial plan adalah rencana detail untuk produksi konten, termasuk daftar topik, jadwal publish, tujuan artikel, dan siapa yang bertanggung jawab. Ini semacam β€œpeta jalan” biar kamu nggak bingung tiap kali mau bikin konten.

Kenapa editorial plan penting

Karena editorial plan bikin konten lebih terstruktur, fokus ke target pembaca, dan nggak random. Hasilnya? Artikel lebih konsisten, SEO lebih rapi, dan trafik organik bisa naik.

Apa bedanya editorial plan artikel dan media sosial?

Editorial plan artikel lebih fokus ke konten mendalam, optimasi SEO, dan evergreen content. Sementara editorial plan media sosial fokus ke engagement cepat, tren mingguan, dan format visual.

Bagaimana cara membuat editorial plan artikel yang efektif?

Mulai dari tujuan campaign, tentukan content pillar, riset keyword dengan search intent, susun kalender editorial, dan sisakan ruang untuk topik mendadak.

Apakah editorial plan bisa diubah di tengah jalan?

Bisa, malah harus fleksibel. Tren, update algoritma, atau perubahan campaign bisa bikin editorial plan perlu disesuaikan.

Referensi Artikel:


Leave a Comment