Kalau kamu masih berpikir blogging itu hanya sekadar menulis curhat seperti awal tahun 2000-an, sekarang saatnya mengubah pandangan itu.
2025 blogging sudah berevolusi menjadi salah satu strategi digital paling penting, terutama di tengah dominasi AI Search yang mengubah cara orang mencari informasi.
Pertanyaannya, apakah blogging sudah mati di 2025? Jawaban singkatn saya: tidak. Justru blogging semakin relevan. Hanya saja caranya sudah berubah total.
Isi Artikel
Apa Itu Blogging?
Secara sederhana, blogging adalah aktivitas membuat dan mengelola blog; mulai dari menulis artikel, mengunggah konten multimedia, mengoptimalkan untuk mesin pencari, hingga berinteraksi dengan audiens.
Blogger adalah orang yang melakukan aktivitas blogging atau ngeblog.
Baca juga: Cara Bikin Blog dari Nol
Kalau di awal 2000-an blog identik dengan โdiary onlineโ, di tahun 2025 blog sudah jadi pusat ekosistem digital brand maupun personal branding.
Blog bukan hanya wadah untuk berbagi cerita, tapi juga tool untuk SEO (Search Engine Optimization), AI Search Optimization, marketing, hingga monetisasi.
5 Fungsi Blog
Nyatanya, blog masih punya banyak fungsi, di antaranya:
1. Sarana Edukasi & Informasi
Blog adalah wadah untuk berbagi pengetahuan yang lebih mendalam dibandingkan media sosial singkat.
Kamu bisa membahas topik kompleks, memberikan panduan step-by-step, atau menjelaskan isu yang sedang tren dengan sudut pandangmu sendiri.
Dengan begitu, blog menjadi sumber informasi yang relevan dan bermanfaat bagi audiens yang haus pengetahuan.
2. Personal Branding
Blog dapat memperkuat reputasi kamu sebagai ahli di bidang tertentu.
Misalnya, kalau kamu konsisten menulis tentang digital marketing, orang akan melihat kamu sebagai rujukan utama dalam topik tersebut.
Seperti kata Penelope Trunk, blog bisa jadi alat untuk menunjukkan keahlianmu dan memajukan kariermu dengan cara yang tidak bisa diberikan oleh CV biasa.
3. Channel Marketing
Banyak bisnis menggunakan blog sebagai saluran pemasaran yang efektif.
Artikel blog bisa menarik calon pelanggan lewat pencarian organik, sekaligus memperkenalkan brand dengan cara yang lebih halus dibandingkan iklan.
Dengan konten yang tepat sasaran, blog bisa mengarahkan pembaca menuju funnel penjualan tanpa terasa memaksa.
4. Pusat Ekosistem Digital
Blog bisa diibaratkan sebagai โrumahโ dari semua konten digitalmu.
Dari blog, kamu bisa mendistribusikan konten ke media sosial, newsletter, atau bahkan mengadaptasinya menjadi video.
Dengan menjadikan blog sebagai pusat, kamu punya kontrol terhadap aset digitalmu tanpa bergantung sepenuhnya pada algoritma platform sosial.
5. Monetisasi
Blog juga bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil.
Ada banyak cara monetisasi, mulai dari iklan AdSense, program afiliasi, hingga menjual produk digital dan jasa.
Di blogspot saya ini, saya lebih sering mendapatkan uang Sponsored Article dan Event Attandance. Jadi, orang akan mengontak saya dan meminta saya untuk menuliskan artikel atau datang ke event lalu menuliskan artikel. Setelah itu, saya akan mendapatkan bayaran.
Nah, semakin besar audiens dan otoritas blogmu, semakin besar peluang menghasilkan uang dari berbagai sumber tersebut.
Inilah yang perlu kita bangun.
Baca juga: Tutorial Bikin Blogspot
Model Monetisasi Blog Terkini
Substack
Model langsung ke pembaca:
Kamu menentukan bagian konten yang gratis atau premium, serta harga langganan (bulanan/tahunan) sepenuhnya atas keputusanmu, dan pendapatan disetorkan langsung ke kamu dengan potongan Substack 10%.
Pendapatan lebih bisa diprediksi:
Jika kamu punya 200 subscriber membayar $5/bulan, maka penghasilan kotor adalah $1.000/bulan (minus fees)
Artinya, Substack cocok untuk kamu yang mau membangun komunitas loyal dan mengontrol pricing. Substack cocok sebagai aset jangka panjang.
Medium Partner Program
Pendapatan berbasis algoritma:
Kamu dibayar berdasarkan durasi baca dan interaksi (claps) dari anggota Medium. Bayaranmu berasal dari satu pool revenue yang dibagi antar penulis
Publikasi, portofolio, dan penghasilan langsung tersedia:
Aturan ini mulai setelah kamu terdaftar sebagai penulis di program ini. Nah, sejak akhir tahun 2024 lalu, MPP kini berlaku di Indonesia.
Artinya, Medium cocok untuk kamu yang ingin exposure (visibilitas) tinggi, tapi effort rendah. Sayangnya, pendapatan bisa fluktuatif dan bergantung algoritma.
Baca juga: Ide Konten Blog
5 Manfaat Blog di Era AI 2025
Ada berbagai manfaat blog di era sekarang, yakni:
1. Visibilitas di AI Search
Di era AI 2025, blog berperan penting karena sering menjadi rujukan bagi AI search engine seperti ChatGPT, Gemini, atau Perplexity.
Artikel yang memiliki struktur jelas, informasi kredibel, dan data lengkap lebih mungkin diambil dan ditampilkan sebagai jawaban.
Jadi, meski orang tidak selalu klik, blogmu tetap bisa hadir di hadapan audiens luas.
2. Meningkatkan Kredibilitas
Blog memberikan kesempatan untuk menunjukkan otoritas dan pengalaman pribadi dalam sebuah bidang.
AI dan mesin pencari kini lebih memprioritaskan konten dengan E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
Dengan konsisten menyajikan konten berkualitas, kamu bisa membangun reputasi yang sulit disaingi hanya dengan posting media sosial singkat.
3. Mendukung Multiplatform
Konten blog bisa menjadi bahan baku untuk berbagai platform digital.
Misalnya, satu artikel blog bisa diubah menjadi carousel Instagram, video pendek TikTok, atau newsletter email.
Dengan strategi ini, kamu bisa menghemat waktu sekaligus memastikan pesanmu tersebar luas di berbagai kanal.
4. Membangun Komunitas
Blog bisa membantu kamu menciptakan hubungan yang lebih dalam dengan pembaca.
Orang yang membaca blog cenderung lebih engaged karena mereka meluangkan waktu untuk memahami isi kontenmu.
Dari sini, kamu bisa membangun komunitas loyal yang tidak hanya menjadi pembaca, tapi juga pendukung brand atau bisnismu.
5. Sumber Pendapatan Jangka Panjang
Artikel blog bersifat evergreen bisa terus menghasilkan traffic bertahun-tahun setelah dipublikasikan.
Traffic ini kemudian bisa dikonversi menjadi penghasilan lewat berbagai jalur monetisasi.
Dengan kata lain, blog bukan hanya investasi waktu menulis, tapi juga aset jangka panjang yang bisa memberikan return berkelanjutan.
Is Blogging Dead in 2025?
Jawabannya jelas: No, blogging is not dead. Blogging has evolved.
Andrew Sullivan menyebut blogging sebagai โwriting out loudโ, lebih bebas, hidup, dan interaktif dibandingkan menulis formal.
Blogging tidak mati, tapi sudah bertransformasi menjadi alat branding dan bisnis.
Perbandingan Ngeblog 2000-an vs 2025
| Tujuan Utama | Curhat pribadi | Branding, bisnis, SEO, AI Search |
| Platform Populer | Blogspot, Multiply | WordPress, Substack, Notion |
| Konten | Diary, bebas | Data-driven, storytelling |
| Audiens | Teman dekat | Global niche audience |
| SEO | Hampir diabaikan | Sangat penting |
| Distribusi | Forum, email | Cross-platform (IG, TikTok, Newsletter) |
| Monetisasi | Minim (AdSense) | Beragam (kursus, afiliasi, produk digital) |
| Tantangan | Koneksi lambat | Persaingan konten AI |
| Peran Blog | Catatan pribadi | Aset digital utama |
Intinya
Blogging tidak mati di 2025, tapi berevolusi.
Neil Patel menekankan, jangan sekadar membuat blog bagus, tapi buatlah blog yang beneran membantu pembaca.
Dengan fokus pada audiens, kualitas konten, dan strategi distribusi, blogmu bisa tetap relevan bahkan di tengah era AI search.
Referensi
- Penelope Trunk Careers Blog. Diakses 25 Juli 2025, dari https://blog.penelopetrunk.com/
- Patel, N. How long should your blog articles be?. Neil Patelโs Digital Marketing Blog. Diakses 25 Juli 2025, dari https://neilpatel.com/blog/long-blog-articles/
- Sullivan, A. (2008, November). Why I Blog. The Atlantic. Diakses 25 Juli 2025, dari https://www.theatlantic.com/magazine/archive/2008/11/why-i-blog/307060/





wow cakep!