5 Cara Gampang Membuat Content Planner

Banyak yang mengira content planner hanyalah sebuah kalender berisi tanggal posting. Padahal, content planner adalah bagian inti dari strategi digital marketing. Kok gitu?

Apa Itu Content Planning dan Content Planner?

bedanya content planning dengan content planner

Seringkali dua istilah ini dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam strategi marketing.

Berikut perbedaan keduanya melansir dari Content Marketing Institute:

  • Content Planning adalah proses perencanaannya. Ini adalah aktivitas penting di mana kamu menentukan tujuan jangka panjang, meriset topik, memahami audiens, dan memutuskan jenis konten apa yang akan diproduksi. Singkatnya, ini adalah tahap berpikir sebelum bertindak.
  • Content Planner adalah alat atau dokumen kerjanya. Ini adalah wujud fisik dari hasil perencanaan tersebut, biasanya berbentuk tabel, kalender, atau aplikasi manajemen tugas.

Jadi sederhananya, Content Planning adalah aktivitas menyusun strategi, sedangkan Content Planner adalah tempat untuk mencatat dan menjadwalkan strategi tersebut agar bisa dieksekusi dengan rapi.

Baca juga: Tren Content Marketing 2026

Content Plan Terdiri dari Apa Saja?

KomponenDeskripsi & Checklist
TujuanAlasan konten dibuat.
Pastikan jelas arahnya: apakah untuk mengenalkan produk baru (Awareness), mengedukasi pasar (Engagement), atau mendorong penjualan (Sales).
Target AudiensSiapa yang dituju.
Cek apakah data demografi (usia, lokasi) dan psikografi (minat, masalah/pain point) sudah spesifik? Jangan menargetkan “semua orang”.
Topik & KeywordApa yang dibahas.
Pastikan topik ini adalah turunan dari Content Pillar yang sudah ditetapkan dan mengandung kata kunci yang relevan/dicari audiens.
Format KontenBentuk aset visual.
Tentukan output akhirnya: Video pendek (Reels/TikTok), Gambar geser (Carousel), Artikel Blog, atau Infografis.
Platform DistribusiDi mana akan tayang.
Sesuaikan gaya bahasa dan ukuran visual dengan platform yang dipilih (Instagram, LinkedIn, TikTok, atau Website).
Jadwal TayangTimeline produksi & publikasi.
Pastikan sudah ada tanggal produksi (kapan dibuat) dan tanggal/jam tayang yang pasti di kalender.
KPITolok ukur keberhasilan.
Tentukan angka targetnya untuk menilai sukses/gagal. Contoh: 1.000 views, 50 klik link, atau 20 saves.

Agar sebuah content plan bisa dijalankan dengan baik, dokumen content plan harus terdiri dari hal-hal berikut ini:

  1. Tujuan

Alasan utama kenapa konten tersebut dibuat. Apakah untuk mengenalkan produk baru, mengedukasi pasar, atau mendorong penjualan langsung.

  1. Target Audiens

Siapa orang spesifik yang ingin dijangkau. Data ini mencakup usia, minat, lokasi, dan masalah yang mereka hadapi.

  1. Topik dan Keyword

Tema apa yang akan dibahas. Ini biasanya turunan dari content pillar utama yang sudah ditetapkan sebelumnya.

  1. Format Konten

Bentuk aset yang akan diproduksi. Apakah berupa video pendek (Reels/TikTok), gambar geser (Carousel), artikel di web, atau infografis.

  1. Platform Distribusi

Di mana konten tersebut akan ditayangkan. Setiap platform (Instagram, LinkedIn, TikTok) mungkin membutuhkan gaya bahasa dan ukuran visual yang berbeda.

  1. Timeline

Kapan konten tersebut harus diproduksi dan kapan tanggal serta jam tayangnya.

  1. Key Performance Indicator

Tolok ukur keberhasilan. Angka apa yang akan dilihat untuk menilai apakah konten tersebut sukses atau gagal, misalnya jumlah penayangan, jumlah klik link, atau jumlah save.

5 Cara Membuat Content Planner

Berikut adalah cara membuat content planner, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

KomponenDeskripiContoh
Business GoalApa target bisnis bulan ini? (Awareness / Leads / Sales).Meningkatkan penjualan E-book “Cara Atur Gaji UMR” sebanyak 50 copy.
Content GoalApa tugas konten untuk mencapai target bisnis itu?Membangun kepercayaan (Trust) bahwa saya ahli mengatur uang kecil.
Target AudiensSiapa yang kita ajak bicara? (Spesifik).Fresh Graduate, usia 22-25 tahun, gaji UMR, sering boncos di kopi & ojol.
Unique VoiceGaya bahasa apa yang dipakai?Santai, seperti teman tongkrongan, tidak menggurui, banyak pakai istilah slang.

1. Tahap Perencanaan Awal

Sebelum mengisi jadwal, kamu perlu menyiapkan strategi dasarnya agar konten tepat sasaran.

  • Tentukan Tujuan Utama

Tetapkan apa target utamanya. Apakah untuk memperluas awareness, meningkatkan engagement, atau meningkatkan conversion? Tujuan ini akan menentukan jenis konten yang harus dibuat.

  • Pahami Target Audiens

Ketahui siapa yang akan melihat kontenmu. Pahami demografi mereka mulai dari gender, usia, lokasi; termasuk masalah apa yang mereka hadapi agar kontenmu bisa memberikan solusinya.

  • Audit Konten Lama

Cek kembali konten yang sudah pernah diposting. Catat topik mana yang performanya bagus dan mana yang buruk, lalu gunakan data tersebut sebagai acuan untuk strategi berikutnya.

Baca juga: Tren Penggunaan Sosial Media

2. Tahap Ide & Struktur Konten

Pada tahap ini, kamu menyusun ide topik agar konten tetap fokus dan tidak melebar.

  • Tentukan Content Pillar

Pilih 3-5 topik utama yang akan selalu dibahas. Hal ini penting agar audiens mengenal akunmu sebagai ahli di bidang tertentu, bukan akun yang isinya campur aduk.

  • Atur Variasi Konten

Gunakan perbandingan jenis konten. Misalnya, 70% konten edukasi, 20% konten hiburan atau tren, dan 10% konten promosi jualan. Hal ini menjaga agar audiens tidak bosan karena terus-menerus melihat iklan.

  • Riset Kata Kunci

Cari tahu topik apa yang sedang dicari orang di Google atau media sosial. Pastikan ide kontenmu menjawab pertanyaan atau kebutuhan audiens.

3. Tahap Eksekusi & Jadwal

Tahap ini adalah proses teknis memasukkan ide ke dalam jadwal kerja.

  • Buat Kalender Editorial

Siapkan tabel (bisa di Excel atau aplikasi lain) yang berisi kolom: Tanggal Tayang, Judul Konten, Format (Video/Gambar), Status Pengerjaan, dan Keterangan Visual.

  • Buat Konten Sekaligus (Batching)

Jangan membuat konten satu per satu setiap hari. Tetapkan satu hari khusus untuk menulis atau merekam banyak konten sekaligus untuk stok satu minggu atau satu bulan.

  • Tetapkan Status Pengerjaan

Gunakan status yang jelas di tabelmu, misalnya: Ide, Sedang Dibuat, Siap Posting, dan Sudah Tayang. Tujuannya agar tidak ada jadwal yang terlewat.

4. Tahap Distribusi & Promosi

Setelah konten tayang, kamu perlu merencanakan distribusinya agar dilihat lebih banyak orang.

  • Promosi Lintas Platform

Rencanakan di mana saja konten akan dibagikan. Misalnya, video dari Instagram Reels juga diunggah ke TikTok atau YouTube Shorts.

  • Sebar ke Komunitas

Bagikan link kontenmu ke grup WhatsApp, Telegram, atau komunitas Facebook yang relevan dengan topik tersebut.

  • Email Marketing

Jika kamu memiliki daftar email pelanggan, kirimkan info tentang konten terbaru tersebut melalui newsletter untuk mendatangkan pengunjung secara langsung.

5. Tahap Evaluasi

Lakukan peninjauan rutin untuk melihat apakah rencanamu berjalan efektif.

  • Analisis Mingguan

Cek data kinerja konten setiap akhir pekan. Lihat angka secara objektif.

  • Fokus pada Hasil Real

Jangan hanya melihat jumlah likes. Perhatikan metrik yang lebih penting seperti berapa orang yang menyimpan konten (saves) atau berapa banyak yang menghubungi via DM (leads).

  • Perbaiki Strategi

Jika ada jenis konten yang hasilnya buruk terus-menerus, segera ganti dengan topik atau format lain di perencanaan bulan berikutnya.

5 Tools untuk Membuat Content Planner

ai content planner

Pilih alat bantu yang paling sesuai dengan kebutuhan kerjamu:

  1. Notion

Sangat fleksibel. Kamu bisa membuat catatan ide, script, dan editorial plan dalam satu tempat.

  1. Google Sheets

Pilihan standar dan gratis. Cocok jika kamu lebih suka tampilan tabel sederhana yang bisa diatur sendiri secara manual.

  1. Trello
Tool Content Planner Trello

Tool ini menggunakan tampilan board. Cocok untuk memantau proses pengerjaan konten (misalnya menggeser kartu dari kolom “Sedang Dibuat” ke “Selesai”) dengan mudah.

  1. Meta Business Suite
Tool Content Planner Meta Business Suite

Tool resmi dari Meta untuk Facebook dan Instagram. Wajib digunakan untuk menjadwalkan postingan secara otomatis dan gratis.

  1. Canva
Content Planner Canva

Aplikasi desain yang serbaguna. Selain untuk mendesain gambar, Canva juga memiliki fitur Content Planner untuk menjadwalkan postingan langsung ke media sosial tanpa perlu pindah aplikasi.

tool content planner

Sebagai kesimpulan, membuat content planner mungkin terlihat rumit di awal, tetapi ini adalah investasi waktu yang akan sangat memudahkan kerjaanmu sehari-hari.

Tanpa perencanaan yang matang, kamu akan mudah kehabisan ide dan sulit menjaga konsistensi posting.

Ingat, alat yang canggih tidak akan berguna tanpa strategi yang jelas.

Mulailah dari langkah yang paling sederhana hari ini, pilih tools yang paling nyaman digunakan, dan fokuslah pada eksekusi yang konsisten untuk mencapai target bisnismu.

Leave a Comment