Mau memulai jadi content creator tapi masih bingung harus mulai dari mana?
Kondisi ini umum dialami banyak pemula, apalagi di 2026 ketika pilihan platform, format, dan jenis konten makin beragam. Punya konten viral atau jumlah followers 10K bukan lagi goal Utama dari content creator. Tapi, punya tujuan yang jelas, konsisten, dan punya followers yang benar-benar percaya sama kita adalah hal yang perlu diperhatikan.
Menurut saya, ada beberapa cara memulai jadi content creator dari nol atau tanpa punya pengalaman, di antaranya mulai dari menentukan niche, memahami audiens, memilih platform yang tepat, memahami cara kerja algoritma, menyusun content system, membangun personal positioning, menjaga konsistensi di 90 hari pertama, mengevaluasi konten dengan tepat, hingga menyiapkan tujuan monetisasi sejak awal.
Sebelum masuk ke pembahasan satu per satu, penting untuk memahami bahwa proses ini butuh waktu, tapi sangat mungkin dijalani siapa pun yang mau mulai dengan strategi yang tepat.
Isi Artikel
- 1. Tentukan Niche yang Jelas Sejak Awal
- 2. Kenali Audiens, Jangan Asal Posting
- 3. Pilih Satu Platform Utama Dulu
- 4. Pahami Algoritma, Jangan Goalnya Viral
- 5. Bikin Content System, Jangan Andalkan Mood
- 6. Dokumentasi Lebih Penting dari Pencitraan
- 7. Bangun Personal Positioning
- 8. Konsisten Posting Minimal di 90 Hari Pertama
- 9. Evaluasi Konten dengan Cara yang Benar
- 10. Pikirkan Monetisasi Sejak Awal, Tapi Jangan Buru-Buru Jualan

1. Tentukan Niche yang Jelas Sejak Awal
Niche itu topik utama yang akan kamu bahas secara konsisten. Hindari langsung bikin konten “campur aduk” karena bikin audiens bingung. Menurut Creator Science, buat content creator, niche itu tidak terbatas pada topik doang. Niche lebih ke siapa orang yang kamu ajak ngobrol dan masalah apa yang lagi mereka hadapi.
Contohnya, daripada “konten lifestyle”, kamu bisa fokus ke “kehidupan karyawan first job di kota besar” atau “belajar masak sederhana buat anak kos”.
Tipsnya, pilih niche dari irisan minat kamu, hal yang kamu bisa, dan masalah yang sering dialami orang lain.
2. Kenali Audiens, Jangan Asal Posting
Banyak pemula bikin konten tanpa tahu siapa yang diajak ngobrol. Padahal, konten yang bagus selalu punya target audiens jelas.
Contohnya, kalau audiens kamu adalah ibu muda, cara bicara, contoh kasus, dan jam upload akan beda dengan konten buat mahasiswa.
Coba tanyakan ke diri sendiri, “Konten ini aku bikin buat siapa, dan mereka lagi butuh apa?”
3. Pilih Satu Platform Utama Dulu
Di 2026, kamu nggak harus aktif di semua platform. Fokus satu dulu supaya nggak kewalahan.
Contoh:
- TikTok / Instagram Reels: video pendek dan cepat
- YouTube: video panjang dan storytelling
- Threads atau X: opini dan tulisan2 pendek
Contohnya, kalau kamu nyaman ngomong depan kamera, mulai dari TikTok. Kalau suka nulis, mulai dari Threads.
Baca juga: 7 Tren Content Marketing di Indonesia 2026
4. Pahami Algoritma, Jangan Goalnya Viral
Untuk memulai jadi content creator di 2026, maka kamu harus paham bahwa algoritma sekarang lebih peduli ke watch time, save, dan komentar yang meaningful daripada sekadar like.
Contohnya, bikin opening yang langsung ke masalah, misalnya “Banyak content creator pemula berhenti di bulan ke-2, ini alasannya.”
Akhiri dengan pertanyaan supaya orang mau komentar.
5. Bikin Content System, Jangan Andalkan Mood
Kalau nunggu mood, kamu bakal sering bolong upload. Makanya solusinya adalah content system.
Contoh content system sederhana:
- 3 jenis konten tetap (edukasi, cerita, opini)
- Jadwal upload jelas (misalnya 3x seminggu)
- Format berulang supaya nggak mikir dari nol
Contoh formatnya adalah “3 kesalahan pemula…”, “Hal yang baru aku sadari setelah…”.
6. Dokumentasi Lebih Penting dari Pencitraan
Di 2026, orang lebih suka konten yang jujur dan realistis daripada yang kelihatan “sempurna”. Kalau kata Gary Vee, “Document, don’t create!”
Contoh yang bisa kamu lakukan adalah ceritakan proses belajar kamu, kegagalan, atau hal yang masih kamu bingungkan. Ini bikin audiens merasa dekat.
Ingat ya, kamu nggak harus jadi expert dulu untuk mulai.
7. Bangun Personal Positioning
Personal positioning adalah alasan kenapa orang memilih follow kamu, bukan creator lain. Inilah cara memulai jadi content creator di 2026 yang tidak boleh kamu skip.
Contohnya nih: Topiknya sama-sama “belajar AI”, tapi sudut pandang kamu bisa “AI untuk orang non-tech” atau “AI buat pekerja kantoran”.
Gunakan gaya bicara, pengalaman, dan opini kamu sendiri.
8. Konsisten Posting Minimal di 90 Hari Pertama
Jangan berharap hasil besar dalam seminggu. Fokus dulu ke ritme dulu.
Tentukan target realistis, seminimalnya adalah:
- 90 hari posting rutin
- Tidak terlalu fokus ke jumlah followers
- Fokus ke kualitas dan kejelasan pesan
Biasanya, pola konten baru kelihatan hasilnya setelah 2–3 bulan.
9. Evaluasi Konten dengan Cara yang Benar
Jangan cuma lihat views. Ada metrik lain yang lebih penting.
Perhatikan:
- Konten mana yang paling banyak di-save
- Komentar yang panjang dan serius
- Audiens yang sering balik nonton
Dari situ, kamu tahu konten mana yang perlu diulang atau dikembangkan.
10. Pikirkan Monetisasi Sejak Awal, Tapi Jangan Buru-Buru Jualan
Terakhir, cara memulai jadi content creator di 2026 adalah dengan mulai memikirkan monetisasi atau dari mana kamu akan dapat uang. Ingat ya, monetisasi bukan berarti langsung jualan. Yang penting, kamu tahu arahnya.
Contoh arah monetisasi:
- Digital product (ebook, template)
- Affiliate
- Kelas online
- Brand deal yang relevan
Fokus awal tetap di value dan trust, uang akan mengikuti.
Sebagai kesimpulan, menjadi content creator di 2026 bukan lagi masalah bakat, apalagi soal harus viral dalam waktu singkat. Yang lebih penting justru punya arah yang jelas, sistem yang bisa dijalani sehari-hari, dan konsistensi yang realistis. Kamu nggak perlu menunggu semuanya rapi atau merasa “siap”. Mulai saja dari apa yang kamu punya sekarang, jalani prosesnya, lalu evaluasi pelan-pelan. Selama kamu mau belajar dan menyesuaikan strategi, jalan untuk berkembang akan selalu terbuka.
Referensi:
- How to find your niche (and why the typical advice is bad). Creator Science. Diakses 12 Desember 2025 dari https://creatorscience.com/niche/
- Document, Don’t create: Creating Content that Builds Your Personal Brand. Gary Vaynerchuk. Diakses 12 Desember 2025 dari https://garyvaynerchuk.com/creating-content-that-builds-your-personal-brand/




