Goal aktivasi digital marketing UMKM pemula adalah untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa menghabiskan banyak modal.
Di era serba online kayak sekarang, pelangganmu gak lagi cari produk lewat brosur atau nanya tetangga doang. Mereka buka Instagram, cari di Google, atau nonton review di TikTok.
Nah, kalau bisnismu gak muncul di sana, bisa kalah saing.
Itulah kenapa panduan digital marketing jadi penting banget buat UMKM. Gak harus mahal, tapi harus mulai dari hal-hal sederhana. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan; bahkan tanpa buka toko offline!
Isi Artikel
Apa Itu Digital Marketing?
Digital marketing adalah semua cara promosi bisnis yang dilakukan secara online. Gak harus paham coding. Gak harus langsung punya website.
Contohnya:
- Jualan lewat Instagram dan Story WA
- Bikin video di TikTok
- Kasih link produk lewat bio atau katalog WhatsApp
- Pasang iklan di Facebook dan Instagram
Apa bedanya digital marketing dengan dengan traditional marketing?
Kalau brosur cuma disebar di pasar. Sedangkan digital marketing bisa langsung menampilkan foto produk jualanmu ke HP calon pembelimu.
Baca juga: Strategi Digital Marketing dengan Budget Kecil
7 Panduan Digital Marketing untuk UMKM Pemula

Pertanyaannya, gimana cara mulai digital marketing untuk UMKM yang baru berdiri. Beberapa cara yang bisa kamu coba adalah:
1. Kenali Target Pasarmu
Sebelum promosi, kenali dulu siapa yang paling butuh produkmu.
Contoh:
Jualan keripik pedas β target: ibu-ibu 30β45 tahun atau mahasiswa kosan yang suka ngemil.
Kamu bisa pakai polling di Story, tanya di grup WA, atau cek kompetitormu mereka melayani siapa.
Baca juga: Cara Menentukan Target Pasar UMKM Pemula
2. Bangun Identitas Brand
Perlu dipahami bahwa brand itu gak cuma sekadar logo loh. Tapi juga warna, gaya komunikasi, dan kesan yang ingin kamu tampilkan.
Contoh:
- Warna pastel β cocok buat bisnis dessert
- Gaya komunikasi santai dan lucu β cocok buat target anak muda
Gunakan tools gratis berupa canva untuk mendesain.
3. Pilih Platform yang Tepat
Gak semua platform harus dicoba sekaligus.
Contoh:
- Instagram: produk visual (fashion, makanan, kerajinan)
- WhatsApp: komunikasi dan transaksi langsung
- TikTok: awareness dan konten viral
Fokus ke 1β2 dulu. Jangan buru-buru bikin semuanya.
4. Buat Konten Menarik
Konten adalah ujung tombak digital marketing. Gak harus ribet kok, yang penting nyambung dan konsisten.
Template ide konten mingguan untuk UMKM:
| Hari | Konten | Tujuan |
| Senin | Edukasi tentang produk | Kenalkan manfaat |
| Rabu | Testimoni/review pelanggan | Bukti sosial |
| Jumat | Promo, diskon, bundle | Dorong pembelian |
| Minggu | Voting/interaksi story | Bangun kedekatan |
Contoh konten:
- 5 alasan kamu wajib cobain keripik pedas ini
- Testimoni: Bu Rani, pelanggan dari Bekasi sudah repeat order 5x!
5. Gunakan Tools Gratisan Dulu
Sebagai UMKM yang baru berdiri, kamu gak butuh tim marketing di awal. Cukup HP dan beberapa tools gratis:
- Canva: desain feed, story, banner promo
- CapCut: edit video pendek
- Meta Business Suite: jadwalkan posting otomatis
- Google Bisnisku: biar muncul di pencarian
- Linktree: semua link jualan di 1 tempat
6. Mulai Iklan dengan Modal Kecil
Kalau udah punya konten yang lumayan, coba boosted post di Instagram. Bisa mulai dari Rp25.000/hari.
Tips ngiklan untuk UMKM:
- Targetkan lokasi sekitar bisnismu
- Gunakan konten yang sudah terbukti banyak likes/comments
- Pantau hasilnya: ada chat masuk atau enggak?
7. Evaluasi dan Perbaiki
Digital marketing itu adalah ngetes dan ngevaluasi apa yang sudah kita kerjakan.
Cara evaluasi:
- Reach tinggi = konten menarik banyak orang
- Chat meningkat = konten mendorong minat beli
- Like banyak tapi gak ada yang beli = perlu CTA yang lebih jelas
Lihat insight di Instagram, TikTok, atau respon broadcast WhatsApp.
Contoh UMKM yang Sukses Digital Marketing
1. Makaroni Ngehe
Sebagai usaha makanan ringan lokal yang awalnya hanya dikenal di sekitar tertentu, Makaroni Ngehe berhasil melejit secara nasional.
Hal ini terjadi berkat strategi promosi agresif di media sosial, terutama Instagram dan Twitter, yang berhasil menarik perhatian audiens lebih luas dan mendorong penjualan signifikan.
2. Saat Senggang (Matchamu)
Bisnis handmade seperti Matchamu melalui βSaat Senggangβ tumbuh pesat dengan memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan Shop | Tokopedia.
Pendiri, Mila Widjaja, bilang kalau platform tersebut bukan hanya sebagai tempat jualan, tapi juga menjadi katalisator dalam mewujudkan mimpi dan mengembangkan usaha dengan lebih efektif.
3. Kremes Ayam Malioboro
UMKM kuliner ini mengambil pendekatan customer-centric dengan aktif mengumpulkan feedback melalui media sosial dan platform eβcommerce.
Mereka menggunakan masukan konsumen untuk mengembangkan produk; mulai dari meningkatkan tekstur yang renyah hingga varian rasa baru.
Hasilnya: peningkatan nilai produk dan loyalitas pelanggan secara bertahap.
7 Kesalahan UMKM Pemula di Digital Marketing

- Tidak punya tujuan SMART, KPI, dan prioritas channel
- Tidak punya User Persona, sehingga pesan jualan terlalu umum
- Konten tidak konsisten dan tanpa kalender; terlalu βjualanβ saja
- Value proposition tidak jelas; sehingga kurang di bagian CTA
- Targeting iklan terlalu luas dan tidak melakukan A/B testing
- Landing page/website tidak selaras dengan iklan; lambat dan tidak mobile-first
- Tidak mengoptimalkan WhatsApp Business dan data pelanggan yang sudah belanja
Pertanyaan Umum UMKM soal Digital Marketing
Apakah UMUM harus punya website?
Gak harus. Sosmed + WA sudah cukup buat mulai.
Berapa lama sampai dapat hasil?
Biasanya 2β4 minggu mulai ada respon, asal konsisten dan tahu target.
Apakah harus bayar orang untuk bikin konten?
Kalau bisa jalan sendiri dulu, lebih hemat. Pakai Canva & HP udah cukup.
Setelah Jalan Basic Digital Marketing, Apa yang Harus Dilakukan Berikutnya?

Kalau udah lancar di sosmed dan orderan mulai stabil, kamu bisa:
- Bikin website katalog (bisa pakai gratisan kayak Google Sites atau Carrd)
- Bangun database pelanggan β bikin WA Group
- Coba retargeting iklan β nyasar ke pelanggan lama agar repeat order
Intinya
Gak perlu nunggu semua siap dulu untuk jalan digital marketing. Cukup mulai konsisten upload konten. Karena, tiap langkah kecil akan membawa bisnismu lebih besar lagi.
Referensi:
- Arif Wicaksono. (2024, 17 September). 10 Strategi Digital Marketing untuk Pelaku UMKM. Medcom.id. Diakses dari https://www.medcom.id/ekonomi/ekonomi-digital/8koz2Zrb-10-strategi-digital-marketing-untuk-pelaku-umkm
- Detik FYB. (2025, 31 Maret). Pentingnya SEO untuk Bisnis UMKM di Era Digital 2025. Detik. Diakses dari https://fyb.detik.com/insight/10399/pentingnya-seo-untuk-bisnis-umkm-di-era-digital-2025
- Annisa Ayu Artanti. (2025, 23 Februari). 3 Rahasia Pemasaran untuk UMKM yang Nggak Bikin Kantong Jebol. Medcom.id. Diakses dari https://www.medcom.id/ekonomi/sustainability/ybDjaeXK-3-rahasia-pemasaran-untuk-umkm-yang-nggak-bikin-kantong-jebol
- Medcom.id. (2025, 17 Juli). Kiat Bersaing Bisnis Online di Era Digital ala Pendiri Dimaloka. Diakses dari https://www.medcom.id/ekonomi/ekonomi-digital/zNPl9B7N-kiat-bersaing-bisnis-online-di-era-digital-ala-pendiri-dimaloka
- Yudistira Satya Wira Wicaksana. (2024, 4 November). SEO Jadi Solusi: UMKM Malang Raya Didorong untuk Beradaptasi di Era Digital. Radar Malang (Jawa Pos). Diakses dari https://radarmalang.jawapos.com/kota-malang/815272384/seo-jadi-solusi-umkm-malang-raya-didorong-untuk-beradaptasi-di-era-digital