Poin Artikel:
Penulisan artikel SEO sekarang harus fokus membantu pembaca dengan konten yang benar-benar menjawab search atau user intent. Bangun Topical Authority lewat strategi Content Cluster dan in-depth riset. Ingat, fokuslah menyajikan informasi kepada pembaca, hal-hal lainnya akan mengikuti kalau kontenmu memang relevan.
Penulisan artikel SEO udah nggak bisa lagi kamu anggap cuma sekadar bikin tulisan panjang biar ranking di Google.
Kalau kamu masih pakai cara lama seperti banyak-banyakan keyword, rewrite artikel yang perfomancenya bagus, lalu berharap page one; maka kamu bakal ketinggalan jauh.
Sekarang, search engine makin pintar. Ada AI Overview, People Also Ask, sampai algoritma yang bisa bedain mana konten bermanfaat dan mana yang cuma clickbait.
Jadi, kalau kamu mau serius bikin artikel SEO, fokus utamanya harus satu: bantu pembaca.
Isi Artikel
- Panduan Penulisan Artikel SEO
- 1. Cari Tahu Apa yang Dicari Pembaca
- 2. Riset Keyword Jangan Cuma Satu
- 3. Buat Outline Pakai Cluster & Topical Authority
- 4. Tulis dengan Prinsip E-E-A-T
- 5. Framework Who, How, Why
- 6. Hindari Sekadar Nulis, Tambah Value dan Info Unik
- 7. Manfaatkan Media Visual
- 8. On-Page SEO Harus Fokus Pembaca
- 9. Buat Artikel Enak Dibaca
- 10. Update Konten Secara Rutin
- 11. People-First, Bukan Search-First
- Intinya
Panduan Penulisan Artikel SEO
Berikut ini panduan lengkap penulisan artikel SEO yang relevan, original, dan menjawab kebutuhan pembaca.
1. Cari Tahu Apa yang Dicari Pembaca
Langkah pertama penulisan artikel SEO yang efektif adalah ngerti dulu search intent. Kamu harus bisa jawab pertanyaan: “Apa sebenarnya yang dicari oleh pembaca?”
Gunakan framework 3C:
- Content Type: Apakah pembaca mau artikel, video, atau produk?
- Content Format: Apakah bentuknya panduan, listicle, review, perbandingan?
- Content Angle: Apakah dia butuh info untuk pemula, expert, atau nyari opsi terbaik dan murah?
Contohnya:
Kalau keyword kamu “MPASI 7 bulan”, coba cek SERP (Search Engine Results Page). Biasanya orang nyari panduan menu, jadwal makan, atau tips variasi.
Jadi, jangan cuma bahas 1 resep. Bahas menu harian, tabel gizi, plus tips ngatasi GTM (Gerakan Tutup Mulut).
Intinya: jawab search intent!
2. Riset Keyword Jangan Cuma Satu
Dulu, penulisan artikel SEO cukup pakai 1–2 keyword. Sekarang, pendekatannya sebaiknya topical.
- Cari long-tail keyword: Kalimat panjang & natural, misalnya “bagaimana cara membuat MPASI 7 bulan praktis di rumah”.
- Manfaatkan People Also Ask di Google.
- Cek related searches dan pakai tool kayak Ahrefs atau Ubersuggest.
Tujuannya?
Supaya artikel kamu bisa match dengan berbagai variasi query dan muncul di AI Overview.
Tips:
Buat jawaban ringkas (45–60 kata) untuk pertanyaan umum. Google suka snippet yang straight to the point.
3. Buat Outline Pakai Cluster & Topical Authority
Kalau mau serius bikin website yang perform, kamu gak bisa fokus hanya di beberapa artikel aja. Kamu butuh content cluster.
Gimana cara bikinnya?
- Pilih 1 topik pilar (misalnya: “Kesehatan Bayi”).
- Bikin 5–10 artikel turunan (cluster) yang membahas sub-topik secara mendalam: imunisasi, MPASI, tumbuh kembang, sleep training, dll.
- Hubungkan semua artikel pakai internal link.
Dengan strategi ini, Google bakal liat kamu punya topical authority, alias kamu dianggap expert di topik itu.
4. Tulis dengan Prinsip E-E-A-T
E-E-A-T = Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness.
Intinya, tunjukkan kalau kamu punya pengalaman, nggak cuma sekadar nulis.
- Ceritakan pengalaman nyata: “Dulu aku juga struggling bikin MPASI, ini tipsku…”
- Tambahkan kutipan dari ahli, misalnya dokter anak.
- Gunakan data dari sumber terpercaya.
- Cantumkan profil singkat penulis.
Cara ini akan membuat pembaca percaya dengan artikelmu.
5. Framework Who, How, Why
Framework ini bikin artikel kamu lebih kredibel dan transparan:
- Who: Siapa yang nulis? Siapa ahlinya? Tambahkan bio penulis.
- How: Gimana artikel dibuat? Riset pakai tools apa? Data dari mana?
- Why: Kenapa artikel ini dibuat? Tujuannya bantu pembaca, bukan clickbait.
Kalau kamu pakai AI, tambahkan disclosure: “Artikel ini dibuat dengan bantuan AI, diedit dan dicek oleh manusia.”
6. Hindari Sekadar Nulis, Tambah Value dan Info Unik
Ini poin paling sering dilanggar. Banyak content writer cuma menuliskan ulang artikel yang muncul di page one. Padahal Google udah bisa bedain mana copy paste, mana info terbaru yang berguna.
Cara bikin penulisan artikel SEO kamu beda:
- Tulis opini atau insight pribadi.
- Tambahkan data orisinal (survey kecil, polling IG).
- Kasih studi kasus nyata.
- Kalau bisa, kasih freebies, seperti checklist atau template yang bisa didownload.
7. Manfaatkan Media Visual
Konten panjang bakal bikin pembaca skip kalau tampilannya monoton. Jadi:
- Pakai gambar relevan, tabel, infografik.
- Sisipkan video (bisa dari YouTube).
- Gunakan schema markup: FAQ, HowTo, atau Article.
8. On-Page SEO Harus Fokus Pembaca
Urusan on-page ini basic bagnet, tapi masih penting:
- Masukkan keyword di subheading, dan jelaskan artikelmu di 100 kata pertama.
- Optimasi meta title & description.
- Gunakan internal link ke artikel terkait dan eksternal link ke sumber terpercaya.
- Jangan terobsesi dengan skor SEO tools, utamakan relevansi dan kenyamanan saat membaca.
9. Buat Artikel Enak Dibaca
Ingat, pembaca zaman sekarang kebanyakan baca di HP. Kalau paragraf kamu panjang, mereka kabur.
Tips:
- Paragraf pendek (2–4 kalimat).
- Pakai bullet & numbering.
- Gunakan bahasa aktif, natural, seolah lagi ngobrol.
10. Update Konten Secara Rutin
Setelah terbit, bukan berarti artikel kamu selesai tugasnya.
- Cek performa di Google Search Console (GSC) & Google Analytics (GA4).
- Update kalau ada info baru.
- Tambahkan FAQ sesuai query baru.
- Jangan sekadar ubah tanggal publish kalau isi artikelnya gak berubah.
11. People-First, Bukan Search-First
Kunci penulisan artikel SEO saat ini: kamu nulis buat manusia, bukan buat robot.
- Jangan bikin artikel karena topik lagi viral kalau kamu gak paham insightnya.
- Fokus bantu pembaca ngelarin masalah mereka.
- Tanya diri sendiri: “Kalau aku jadi pembaca, artikel ini ngebantu gak?”
Kalau kamu konsisten bantu orang lewat tulisan, ranking dan visibility di Gen AI pasti ngikut.
Intinya
Penulisan artikel SEO hari ini nggak bisa cuma sekadar fokus ke search engine. Kamu harus bikin konten yang relevan, original, transparan, dan bermanfaat.
Gunakan search intent, topical cluster, E-E-A-T, framework Who How Why, dan transparansi AI kalau kamu pakai tools AI. Lengkapi dengan media pendukung, rutin update, dan tulis dengan gaya yang bikin pembaca nyaman.
Sekali lagi: People-first. Bantu orang dulu, baru ranking dan visibility nyusul.
Referensi:
- Google Search Central. (2024). Creating helpful, reliable, people-first content. Retrieved from https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/creating-helpful-content
- Hollingsworth, J. (2023). SEO Writing: A Complete Guide to Rank First on Google. Retrieved from https://www.searchenginejournal.com/seo-writing-guide/
- Ahrefs. (2024). What is Topical Authority? Retrieved from https://ahrefs.com/blog/topical-authority/