Banyak brand masih bingung: harus pilih content marketing atau iklan biasa?
Masalahnya, kalau salah strategi, bisa bikin budget habis tapi hasil nggak sebanding. UMKM paling sering kenaβbaru jalan, sudah kehabisan modal karena hanya andalkan iklan.
Berikut ini kita akan membahas perbedaan content marketing dengan iklan biasa, plus cara paling efektif mengombinasikan supaya brand lebih tahan lama dan nggak boros biaya.
Isi Artikel
Definisi dan Tujuan

Content marketing adalah strategi bikin konten (artikel, video, podcast, dll.) yang bermanfaat untuk audiens, dengan tujuan membangun kepercayaan, engagement, dan loyalitas jangka panjang.
Sementara iklan biasa (ads) adalah pesan promosi langsung untuk mendorong orang membeli produk atau jasa secara cepat.
Bedanya, konten berfokus memberi nilai dulu, baru jualan. Iklan lebih fokus ke transaksi yang lebih cepat.
Baca juga: Content Marketing: Definisi, Strategi, dan Contoh
Perbedaan Biaya dan Hasilnya
| Aspek | Content Marketing | Iklan Biasa |
| Durasi efek | Jangka panjang, konten bisa terus bekerja | Hanya saat budget masih jalan |
| Pola biaya | Investasi awal lebih besar di waktu/tenaga | Pengeluaran rutin tiap campaign |
| Sifat hasil | Bertahap, akumulatif, membangun trust | Cepat, instan, tapi cepat hilang |
| Skalabilitas | Semakin banyak konten β semakin besar hasil | Hasil sebanding dengan uang yang keluar |
| Nilai tambah | Edukasi + brand authority | Hanya dorong awareness atau sales |
Iklan memang bisa kasih hasil instan, tapi butuh biaya besar dan terus menerus. Begitu budget habis, efeknya juga berhenti.
Sebaliknya, content marketing butuh investasi waktu dan tenaga di awal, tapi hasilnya bisa tahan lamaβartikel SEO, misalnya, bisa terus datangkan traffic tanpa biaya tambahan.
Data HubSpot nunjukin kalau content marketing menghasilkan prospek 3x lebih banyak dibanding outbound marketing, dengan biaya 62% lebih murah.
Mana yang Cocok untuk UMKM?

UMKM biasanya punya budget terbatas. Jadi, mengandalkan iklan doang bisa bikin cepat tekor.
Content marketing lebih sustainable karena bisa jalan dengan biaya rendah, asal konsisten. Misalnya, bikin artikel edukasi, tips praktis, atau postingan Instagram yang relate dengan audiens.
Tapi, untuk awareness cepat (contoh: launching produk baru), iklan tetap bisa dipakai sebagai booster.
Kuncinya: pilih sesuai kondisi bisnis.
Strategi Kombinasi Content Marketing dengan Iklan
Cara paling efektif justru dengan menggabungkan keduanya.
Konten bisa dipakai untuk jangka panjang, baik untuk membangun kepercayaan maupun mengedukasi target market.
Iklan dipakai untuk mendorong traffic ke konten atau promosikan campaign khusus.
Misalnya, UMKM makanan bisa bikin konten resep di Instagram, lalu dorong pakai iklan untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.
Dengan begitu, biaya lebih efisien dan brand makin dikenal.
Checklist Memilih Strategi
Sebelum pilih strategi, coba cek checklist berikut:
- Apakah bisnis butuh hasil cepat? β Pertimbangkan iklan.
- Apakah ingin brand bertahan lama? β Fokus ke konten.
- Apakah budget terbatas? β Mulai dari konten organik.
- Apakah sudah punya database audiens? β Kombinasikan dengan iklan retargeting.
- Apakah tim bisa konsisten bikin konten? β Kalau ya, content marketing akan lebih menguntungkan.
Intinya
Content marketing adalah investasi jangka panjang, sedangkan iklan cocok untuk hasil instan.
UMKM sebaiknya mulai dari konten untuk bangun kepercayaan, lalu gunakan iklan sebagai pendorong.
Mindsetnya: Content marketing membuat orang percaya, iklan membuat orang mencoba.
Kalau ingin strategi yang lebih efisien, kombinasikan keduanya sesuai kebutuhan bisnismu.
Referensi:
- HubSpot. (n.d.). Marketing statistics. HubSpot. https://www.hubspot.com/marketing-statistics
- New York Times Licensing. How content marketing differs from traditional marketing. NYT Licensing. Diakses dari https://nytlicensing.com/latest/marketing/how-content-marketing-different-traditional-market/
- Stellar Content. (2025, June 19). Content marketing vs. digital marketing. Stellar Content. Diakses dari https://www.stellarcontent.com/blog/content-marketing/digital-marketing-vs-content-marketing/




