4 Tahap Proses Pembuatan Content Marketing yang Harus Dikuasai

Proses pembuatan content marketing yang efektif bukan langsung bikin konten dan posting. Ada empat tahapan utama yang saling terhubung dan harus dijalankan secara berurutan. Kalau kamu skip satu tahap, hasilnya pasti setengah matang.

Baca Dulu: Apa yang Dimaksud dengan Content Marketing?

Proses Pembuatan Content Marketing

Tahap Proses Pembuatan Content Marketing

Berikut ini proses pembuatan Content Marketing yang wajib diketahui:

Tahap 1: Planning dan Riset

Ini tahap paling krusial yang justru paling sering dilompati. Planning mencakup tiga hal utama.

Pertama, definisikan buyer persona kamu secara spesifik β€” bukan sekadar “perempuan 25-35 tahun”, tapi sampai ke level pain point, kebiasaan konsumsi konten, dan platform favorit mereka.

Kedua, lakukan keyword research untuk memahami apa yang audiens kamu cari di Google.

Ketiga, buat content calendar minimal 1-3 bulan ke depan dengan mapping setiap konten ke tahap funnel yang spesifik.

Baca Juga: Cara Kerja Content Marketing Hingga Jadi Mesin Uang

Tahap 2: Produksi Konten

Setelah planning matang, saatnya eksekusi. Beberapa prinsip yang perlu kamu pegang saat tahap produksi.

Pertama, setiap konten harus punya satu tujuan utama. Jangan mencampur edukasi dengan hard selling dalam satu artikel.

Kedua, gunakan framework yang sudah terbukti: untuk artikel gunakan PAS (Problem-Agitate-Solution) atau AIDA (Attention-Interest-Desire-Action).

Ketiga, pastikan setiap konten punya CTA yang jelas. Jangan cuma frasa “semoga bermanfaat”, tapi arahan konkret seperti download, subscribe, atau coba gratis.

Tahap 3: Distribusi dan Promosi

Ini tahap yang membedakan content marketer amatir dan profesional. Konten yang sudah dipublikasikan harus didistribusikan secara aktif.

Repurpose satu artikel blog menjadi beberapa format: thread di X (Twitter), carousel di Instagram, snippet di LinkedIn, dan email ke subscriber list.

Manfaatkan juga strategi content syndication berupa publish ulang di Medium, Kompasiana, atau platform lain dengan canonical link ke website utama kamu agar tidak kena duplikasi di mata Google.

Baca Juga: Cara Memulai Jadi Content Creator

Tahap 4: Analisis dan Optimasi 

Tahap terakhir ini bersifat ongoing dan tidak pernah selesai.

Setiap bulan, kamu perlu mengevaluasi performa konten berdasarkan metrik yang sudah ditentukan di tahap planning. Konten yang perform baik bisa discale dalam berbagai bentuk, seperti versi video, update dengan data terbaru, atau jadikan lead magnet.

Konten yang underperform perlu dianalisis: apakah keywordnya salah, distribusinya kurang, atau memang topiknya tidak relevan dengan audiens kamu.

Kesalahan Fatal Pembuatan Content Marketing

Jika kamu ingin mulai membuat content marketing, berikut beberapa kesalahan fatal yang wajib diperhatikan:

  1. Tidak melakukan competitor analysis saat tahap planning sehingga Anda tidak tahu bagaimana membuat konten yang lebih baik dari yang sudah ada di halaman pertama Google.
  2. Menulis untuk mesin pencari dengan praktik keyword stuffing alih-alih fokus pada kualitas dan kebutuhan pembaca.
  3. Hanya mengandalkan satu channel distribusi sehingga jangkauan dan dampak konten menjadi terbatas.
  4. Mengukur metrik yang salah seperti pageview tanpa memperhatikan indikator bisnis yang lebih relevan seperti leads, conversion rate, dan customer acquisition cost.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apa langkah pertama dalam proses pembuatan content marketing?

Langkah pertama adalah menentukan tujuan dan mengenali target audiens, agar konten yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan masalah mereka.

2. Bagaimana cara menentukan ide konten?

    Ide konten bisa didapat dari riset kata kunci, pertanyaan yang sering diajukan pelanggan, tren industri, atau masalah umum yang dihadapi audiens.

    3. Apa saja tahapan setelah ide konten ditentukan?

      Setelah ide ditentukan, tahap berikutnya adalah membuat outline, menulis atau memproduksi konten, lalu melakukan revisi sebelum dipublikasikan.

      4. Di mana sebaiknya konten dipublikasikan?

        Konten dapat dipublikasikan di blog website, media sosial, email newsletter, atau platform lain yang sering digunakan oleh target audiens.

        5. Apakah proses pembuatan content marketing perlu evaluasi?

        Ya, evaluasi sangat penting untuk melihat performa konten melalui data seperti jumlah pengunjung, engagement, dan konversi, sehingga strategi bisa terus diperbaiki.

        Leave a Comment