Pernah nggak sih kamu merasa seperti budak konten? Bangun tidur harus mikirin ide, siang take video, sore edit, malam upload. Besoknya? Ulangi lagi.
Di tahun 2026, algoritma tidak lagi menuntut kamu untuk posting secara gila-gilaan.
Isi Artikel
Data terbarunya Buffer bilang bahwa tren media sosial telah bergeser. Era spam konten sudah lewat. Sekarang, kita masuk ke era Quality over Quantity.
Artinya, baik Instagram maupun TikTok sekarang lebih memprioritaskan value, kedalaman, dan dampak dari satu konten daripada sekadar jumlah postingan yang banyak.
Dulu, strategi Quantity atau posting sebanyak-banyaknya dianggap efektif karena logikanya adalah semakin sering posting, semakin besar kemungkinan dilihat orang.
Baca juga: Tren Penggunaan Media Sosial
Sekarang strategi itu berubah karena algoritma semakin pintar dan audiens semakin kritis.
Lalu, seberapa sering sebenarnya kamu harus posting agar akun tetap tumbuh tanpa repot? Kita bedah satu per satu.
1. Instagram

Instagram di tahun 2026 semakin fokus pada retensi dan interaksi. Algoritma tidak lagi memprioritaskan akun yang membanjiri feed pengikutnya, melainkan akun yang mampu membuat pengikutnya betah berlama-lama.
Strategi Posting di Instagram:
- Feed (Foto/Carousel/Reels): 3-5 kali per minggu
Ini adalah sweet spotnya. Tidak terlalu jarang sampai orang lupa, tapi tidak terlalu sering sampai audiensmu bosan.
- Instagram Stories: Setiap hari
Kalau feed adalah etalase tokomu, Stories adalah obrolan santai di kasir. Algoritma 2026 sangat menyukai akun yang aktif di Stories karena di situlah interaksi nyata terjadi lewat polling, DM, atau reaction.
Tips Bikin Konten di Instagram
Fokuslah membuat konten Carousel yang membuat orang menggeser layar atau swipe perlahan. Dwell time atau waktu yang dihabiskan audiens melihat postinganmu adalah mata uang paling berharga saat ini.
2. TikTok

Dulu, ada mitos bahwa main TikTok harus upload 3-5 video sehari. Kabar baiknya adalah mitos itu sudah runtuh.
Laporan terbaru dari Buffer juga menunjukkan bahwa di 2026, TikTok mulai membatasi jangkauan konten yang dianggap sampah atau repetitif.
Mereka mau konten yang orisinal dan punya value.
Strategi Posting di TikTok:
- Zona Aman: 3-5 kali per minggu
Frekuensi ini sudah cukup untuk menjaga akunmu tetap relevan di mata algoritma.
- Zona Viral: 1-2 kali per hari
Kalau kamu memang punya sumber daya lebih dan mengejar pertumbuhan yang cepat, silakan posting setiap hari. Tapi ingat bahwa satu video yang dipikirkan dan direncanakan matang-matang sering kali lebih perform daripada tiga video asal jadi.
Intinya Adalah Konsistensi

Jadi, jawaban singkatnya adalah kamu tidak perlu posting setiap hari di Instagram atau TikTok.
Kunci main media sosial di tahun 2026 adalah konsistensi yang terus menerus. Jauh lebih baik kamu posting 3 kali seminggu tapi rutin selama setahun penuh, daripada posting 3 kali sehari tapi cuma bertahan dua minggu karena burnout. Iya nggak?
Referensi:
- Lang, K. (2025, 16 Desember). TikTok algorithm guide 2026: Everything we know about how videos are ranked. Buffer. Diakses 15 Januari 2026, dari https://buffer.com/resources/tiktok-algorithm/
- Shah, S. (2025, 4 Desember). How the Instagram algorithm works: Your 2026 guide. Buffer. Diakses 15 Januari 2026, dari https://buffer.com/resources/instagram-algorithms/




