Tren Penggunaan Media Sosial di Indonesia 2026

Yang Harus Diperhatikan Oleh Brand, UMKM, & Agensi

πŸ“Š Angka di 2026

  • 180 juta pengguna media sosial
  • +26% YoY (naik 37 juta)
  • ~3 jam/hari waktu di media sosial
  • 7,7 platform dipakai per pengguna

πŸ† Platform Terpopuler

1) WhatsApp – 90,8%
2) Instagram – 82,4%
3) Facebook – 81,0%
4) YouTube – 80,3%
5) TikTok – 78,4%

πŸ€” Kenapa Orang Pakai Medsos?

  • Komunikasi dg keluarga & teman
  • Hiburan & isi waktu luang
  • Cari inspirasi & ide belanja
  • Lihat tren & topik viral

Laporan Digital Indonesia 2026 yang dirilis oleh We Are Social dan DataReportal kembali menunjukkan bahwa media sosial masih menjadi ruang digital terpopuler di Indonesia.

Dengan 180 juta identitas pengguna media sosial tercatat per Oktober 2025 atau sekitar 62,9% populasi; media sosial tidak hanya menjadi saluran komunikasi, tetapi juga jalur marketing, edukasi, hiburan, bahkan transaksi.

Berikut ini saya akan membahas secara mendalam tren penggunaan media sosial di Indonesia 2026, menganalisis perubahan perilaku konsumen, platform yang paling dominan, serta peluang bagi brand, UMKM, maupun agensi.

Gambaran Penggunaan Media Sosial Indonesia 2026

Berdasarkan data resmi, terdapat:

  • 180 juta identitas pengguna media sosial
  • +37 juta peningkatan YoY (+26%)
  • Pengguna internet: 230 juta
  • Total populasi: 286 juta

(Sumber: DataReportal 2026 – Indonesia)

Meskipun angka ini menghitung identitas bukan pengguna unik (karena orang dapat memiliki lebih dari satu akun), data tersebut tetap mencerminkan tingkat adopsi media sosial yang sangat kuat.

Inilah poin penting untuk brand:

  1. Konsumen Indonesia sangat aktif di media sosial, sehingga menjadi channel paling efektif untuk awareness hingga conversion.
  2. Multi-accounting adalah hal normal. Strategi penargetan dan retargeting harus memperhitungkan duplikasi akun.

Pengguna Indonesia juga menghabiskan 21 jam 50 menit per minggu untuk media sosial (termasuk video).

Ini sama dengan lebih dari 3 jam per hari. Sehingga menjadikan media sosial sebagai lingkungan paling ramai dalam ekosistem digital.

Baca juga: Data Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026

Platform Media Sosial Terpopuler 2026

Data penggunaan platform memperlihatkan kondisi berikut:

Penggunaan platform dalam 30 hari terakhir (Self-Declared Use):

  • WhatsApp – 90.8%
  • Instagram – 82.4%
  • Facebook – 81.0%
  • YouTube – 80.3%
  • TikTok – 78.4%
  • Telegram – 58.4%
  • X – 50.4%
  • Pinterest – 33.3%
  • Threads – 26.5%
  • LinkedIn – 23.1%

(Sumber: GWI Q2 2025)

Baca juga: Ide Konten Instagram untuk UMKM

Apa yang Bisa Kita Pelajari Dari Sini?

1. WhatsApp menjadi pusat interaksi konsumen

Dengan hampir seluruh pengguna internet Indonesia memakai WhatsApp, platform ini tidak hanya dipakai untuk komunikasi personal, tetapi juga:

  • customer service,
  • transaksi,
  • broadcast katalog,
  • campaign retensi,
  • komunitas pelanggan.

Brand yang belum menjadikan WhatsApp sebagai β€œfrontline channel” akan sulit bersaing pada 2026.

2. TikTok menjadi platform paling lengkap

Meski tidak nomor 1 dalam penggunaan bulanan, TikTok menjadi platform dengan jangkauan iklan 100% menurut laporan DataReportal.

Ini menunjukkan:

  • popularitas yang tinggi di berbagai usia,
  • distribusi konten yang merata,
  • integrasi commerce + live shopping yang kuat,
  • influencer economy yang tumbuh cepat.

TikTok bukan lagi platform untuk awareness saja, tetapi alat penjualan yang efektif.

3. Instagram dan Facebook tetap stabil

Meski pertumbuhan pengguna relatif datar, kedua platform ini masih penting karena:

  • fitur komunitas (FB Group),
  • fitur visual (IG Reels),
  • jangkauan millennials dan Gen X,
  • integrasi e-commerce via Meta Ads.

Instagram tetap menjadi platform favorit untuk brand building dan storytelling visual.

Perilaku Konsumen di Media Sosial

Laporan 2026 menampilkan 10 alasan utama masyarakat Indonesia menggunakan media sosial:

  1. Menjaga komunikasi dengan teman/keluarga – 56.3%
  2. Mengisi waktu luang – 55.8%
  3. Mencari inspirasi ide & produk – 48.4%
  4. Melihat topik apa yang sedang ramai – 45.9%
  5. Mencari konten (artikel, video) – 44.9%
  6. Membaca berita – 39.5%
  7. Mencari produk untuk dibeli – 36.6%
  8. Menonton live – 35.1%
  9. Posting tentang kehidupan – 30.1%
  10. Mencari komunitas – 28.2%

(Sumber: GWI Q2 2025)

Apa insightnya?

Media sosial = Search engine baru

Dengan 48.4% mencari inspirasi dan 36.6% mencari produk, masyarakat Indonesia semakin menggunakan media sosial sebagai:

  • mesin pencari inspirasi,
  • katalog produk,
  • ruang riset sebelum membeli.

Artinya, konten edukasi, rekomendasi, dan review akan semakin penting.

45.9% pengguna mengikuti topik viral β†’ membuat brand harus responsif dan ikut percakapan relevan (tanpa latah).

Live stream semakin kuat

35.1% menonton live β†’ peluang besar untuk:

  • live shopping,
  • sesi Q&A,
  • launching produk,
  • soft-selling yang lebih personal.

Interaksi Konsumen dengan Brand di Media Sosial

Data menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya menonton konten brand; mereka juga berinteraksi aktif.

Jenis interaksi brand yang dilakukan dalam 30 hari terakhir:

  • Mengunduh atau menggunakan branded app – 15.7%
  • Scan QR code brand – 15.3%
  • Bertanya ke brand via media sosial – 14.7%
  • Bermain branded game – 14.7%
  • Membaca blog brand – 14.2%
  • Menulis review – 14.0%
  • Klik iklan online – 12.4%

(Sumber: DataReportal 2026)

Apa artinya untuk brand?

1. Konsumen sekarang aktif, bukan pasif

Mereka ingin eksplorasi, interaksi, dan pengalaman langsungβ€”bukan sekadar melihat iklan.

2. Strategi content-to-action semakin penting

Konten brand sebaiknya memiliki CTA yang jelas, misalnya:

  • scan QR,
  • buka katalog,
  • lihat landing page,
  • join komunitas,
  • chat WhatsApp.

3. Review dan UGC semakin berpengaruh

Dengan 14% orang meninggalkan review dalam sebulan, brand perlu:

  • memonitor review,
  • merespons cepat,
  • menjalankan kampanye UGC.

Waktu Pemakaian & Multi-Platform Use

Indonesia menempati salah satu posisi tertinggi global dalam hal durasi pemakaian media sosial:

  • 21 jam 50 menit per minggu
  • Rata-rata pengguna memakai 7.7 platform per bulan

(Sumber: DataReportal 2026)

Apa pelajaran yang bisa kita ambil?

Konten harus adaptif di banyak platform

Selain aktif di Instagram; brand harus:

  • memiliki konten Reels,
  • memproduksi video TikTok,
  • membuat long-form di YouTube/FB,
  • mengoptimalkan WhatsApp funnel.

Format video dominan

Dengan tingginya waktu konsumsi, format yang efisien adalah:

  • short video (Reels, TikTok),
  • live video,
  • video edukasi pendek.

Algoritma memprioritaskan interaksi

Artinya: engagement > posting banyak.

Perubahan Landscape Advertising: Social & Influencer Naik Tajam

Estimasi pengeluaran iklan digital 2025:

  • Total iklan digital: USD 3.64 miliar (+8%)
  • Social media advertising: USD 1.38 miliar (+11.3%)
  • Influencer advertising: USD 257 juta (+14.4%)

(Sumber: Statista Market Insights)

Apa artinya?

1. Brand semakin percaya pada efektivitas media sosial

Terutama untuk:

  • brand building,
  • lead generation,
  • remarketing,
  • conversion (TikTok Shop & Meta Ads).

2. Influencer marketing jadi strategi mainstream

Dengan kenaikan 14.4%, UMKM dan brand perlu:

  • memilih micro–macro influencer sesuai funnel,
  • mengukur performance beyond vanity metrics,
  • memadukan influencer + ads untuk hasil maksimal.

3. Iklan sosial makin kompetitif

Brand harus semakin data-driven dalam:

  • pengaturan audience,
  • segmentasi,
  • creative testing,
  • UGC ads.

Platform Baru & Tren Perilaku Baru yang Perlu Diperhatikan di 2026

1. Threads tumbuh lebih cepat dari prediksi

Dengan 26.5% pengguna bulanan, Threads menjadi ruang diskusi yang lebih positif, topikal, dan berbasis interest.

Peluang brand:

  • thought leadership,
  • real-time conversation,
  • soft-selling berbasis opini.

2. Pinterest kembali relevan

Dengan 33.3% pengguna bulanan, Pinterest menjadi platform pencarian visual yang populer, terutama:

  • inspirasi kuliner,
  • fashion,
  • home & living,
  • wedding.

Ini peluang untuk UMKM fashion, craft, dan dekorasi.

3. YouTube tetap kuat sebagai long-form search engine

Meskipun TikTok mendominasi short video, YouTube tetap penting untuk:

  • review mendalam,
  • tutorial,
  • video edukasi,
  • brand storytelling.

Rekomendasi Strategi untuk Social Media Specialist dan Brand di 2026

Berikut rekomendasi berbasis data tren penggunaan media sosial di Indonesia 2026 untuk dieksekusi:

Fokus pada Video di Semua Platform

Karena konsumen menghabiskan sebagian besar waktu pada video, format ini harus menjadi prioritas:

  • Reels & TikTok untuk pendek
  • YouTube untuk long-form
  • Live untuk engagement realtime

Manfaatkan WhatsApp sebagai Channel Penjualan dan CRM

Gunakan WhatsApp untuk:

  • katalog produk,
  • broadcast rutin,
  • after-sales support,
  • reminder & retensi,
  • komunitas (VIP buyer community).

Buat Konten yang Menjawab β€œAlasan Konsumen Menggunakan Sosial Media”

Gunakan pendekatan konten:

  • Inspiratif (produk & lifestyle)
  • Edukasi (how-to, tutorial, penjelasan)
  • Trending (topik hangat)
  • Komunitas (cerita pelanggan)
  • Live & UGC (lebih autentik)

Perkuat Social Commerce

Optimalkan:

  • TikTok Shop
  • Instagram Shopping
  • Live shopping
  • Influencer-affiliate campaign

Gunakan Data untuk Mengukur Dampak Real

Ke depan kita tidak lagi hanya melihat:

  • like,
  • comment,
  • view.

Tapi fokus pada:

  • conversion,
  • CTR,
  • retention,
  • revenue contribution,
  • CAC (Customer Acquisition Cost).

Kembangkan Always-On Strategy

Di Indonesia, pengguna multi-platform dan sangat aktif. Makanya, brand harus:

  • selalu hadir,
  • konsisten,
  • melakukan continuous testing,
  • rutin audit konten & insight bulanan.

Intinya mah..

Tren penggunaan media sosial di Indonesia 2026 menunjukkan bahwa:

  • Konsumen semakin aktif, bukan pasif
  • Perilaku discovery dan belanja melalui sosial media makin kuat
  • TikTok menjadi pemimpin konten
  • WhatsApp menjadi pusat CRM dan transaksi
  • Live stream semakin kuat
  • Influencer marketing meningkat

Bagi UMKM, brand, maupun agensi, tantangan utama bukan sekadar membuat konten, tetapi menghubungkan konten dengan interaksi, komunitas, dan konversi.

Dengan memahami tren penggunaan media sosial di Indonesia 2026, strategi media sosial dapat dirancang lebih presisi dan relevan dengan perilaku digital masyarakat Indonesia.

Referensi:

Digital 2026: Indonesia β€” DataReportal – Global digital insights. (2025, November 5). DataReportal – Global Digital Insights.Β Diakses 11 November 2025 dari https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia

Leave a Comment