Poin Artikel
Selama 2025 ini, content marketing nggak lagi sekadar posting konten secara rutin. Tujuan utama content maketing adalah membangun authority, meningkatkan engagement, membangun loyalitas pelanggan, mengoptimalkan konversi, mendominasi search engine melalui konten organik, dan mengumpulkan data audiens.
Tujuan Utama Content Marketing
Saya membagi tujuan utama content marketing ke dalam 3 bagian, yakni prioritas utama yang harus segera dikerjakan, prioritas menengah (jika prioritas utama sudah diselesaikan, dan hal-hal yang tergantung kondisi bisnismu.
| Tujuan | Prioritas | Strategi |
|---|---|---|
| Authority & thought leadership | Tinggi | Publikasi konten kredibel, tampilkan pakar internal |
| Engagement audiens | Tinggi | Format interaktif (polling, Q&A), storytelling |
| Customer loyalty & retention | Tinggi | Program loyalty, konten edukasi pasca pembelian |
| Proses penjualan & konversi | Tinggi | Product-led content, studi kasus, landing page siap jual |
| SEO & traffic organik (AI-optimized) | Tinggi | Hybrid SEO (SERP + AI Overview + social search) |
| Data audiens (first-party) | Menengah | Lead magnet, kuis interaktif, newsletter |
| Edukasi calon pelanggan | Menengah | Konten visual singkat, multi-format |
| Hubungan komunitas | Menengah | Forum diskusi, event komunitas |
| Competitive differentiation | Menengah | Narasi unik berbasis insight audiens |
| Brand awareness | Situasional | Cocok untuk brand baru/ekspansi market |
| Personal branding | Situasional | Cocok untuk founder/eksekutif startup/B2B |
| Employer branding & krisis reputasi | Situasional | Employer story, komunikasi krisis transparan |
Baca juga: Content Marketing 2025: Definisi, Strategi, dan Contoh
Prioritas Utama
1. Menetapkan Authority & Thought Leadership
AI search seperti AI Overview, SGE, ChatGPT Search, dan Perplexity semakin memprioritaskan brand atau individu dengan reputasi tinggi.
- Kenapa penting: Authority meningkatkan trust, baik di Google, media sosial, maupun platform AI.
- Strategi: Konsisten publish konten berkualitas, gunakan data kredibel, libatkan pakar internal.
2. Meningkatkan Engagement Audiens
Algoritma platform sosial sekarang lebih mengutamakan interaksi (komentar, save, share) dibanding reach mentah.
- Kenapa penting: Engagement = sinyal relevansi.
- Strategi: Gunakan format interaktif (polling, Q&A), storytelling, dan pertanyaan terbuka.
3. Membangun Customer Loyalty & Retensi Pelanggan
Cost per acquisition makin mahal, sementara repeat customer jauh lebih menguntungkan.
- Kenapa penting: Pelanggan setia berkontribusi lebih besar pada lifetime value.
- Strategi: Program loyalty, konten edukasi purna jual, dan personalisasi komunikasi.
Baca juga: Tutorial Bikin Content Marketing Strategy
4. Mendukung Proses Penjualan & Mendorong Konversi Langsung
Konten harus menghubungkan brand awareness dengan sales activation.
- Kenapa penting: Biaya iklan naik, post-cookie era menuntut pendekatan organik yang kuat.
- Strategi: Gunakan product-led content, studi kasus, dan landing page yang siap konversi.
5. Meningkatkan SEO & Traffic Organik (AI-Optimized Content)
SEO masih relevan, tapi sekarang harus hybrid: SERP tradisional + AI Overview + social search.
- Kenapa penting: Organic visibility tetap sumber traffic berkelanjutan.
- Strategi: Optimalkan struktur konten, gunakan bahasa natural untuk AI, perbanyak semantic keywords.
Prioritas Menengah

6. Mengedukasi Calon Pelanggan
Edukasi efektif untuk produk/jasa kompleks.
- Strategi: Gunakan format singkat, visual, dan multi-platform.
7. Memperkuat Hubungan Komunitas
Komunitas online/offline bisa jadi aset retensi jangka panjang.
- Strategi: Event komunitas, forum diskusi, dan user-generated content.
8. Mendapatkan Data Perilaku Audiens
First-party data jadi aset berharga di era privasi.
- Strategi: Lead magnet, kuis interaktif, newsletter eksklusif.
9. Competitive Differentiation
Di pasar yang jenuh, narasi unik jadi pembeda.
- Strategi: Positioning konten berdasarkan insight audiens & analisis kompetitor.
Tergantung Kondisi
10. Meningkatkan Brand Awareness
Efektif untuk brand baru atau saat masuk market baru.
- Risiko: Awareness tanpa konversi = boros budget.
11. Membangun Personal Branding
Relevan untuk founder, tim eksekutif, atau B2B.
- Manfaat: Humanisasi brand dan membangun kepercayaan.
12. Mendukung Employer Branding, Mitigasi Krisis, & Lainnya
Termasuk memperkuat omnichannel, employee advocacy, dan viralitas organik.
- Catatan: Gunakan strategi ini sesuai kebutuhan spesifik industri.
Intinya
Selama 2025 ke depan, 6 prioritas utama yang wajib jadi fondasi:
- Authority & thought leadership
- Engagement audiens
- Customer loyalty & retention
- Proses penjualan & direct conversion
- SEO & traffic organik (AI-optimized)
- Data audiens (first-party)
Konten yang hanya fokus pada posting rutin tanpa strategi akan kalah bersaing. Saatnya membangun ekosistem konten yang kuat, relevan, dan adaptif terhadap perubahan algoritma dan perilaku audiens.
Referensi:
- HubSpot. (2025). The 2025 State of Marketing Report. Diakses dari https://www.hubspot.com/state-of-marketing
- Semrush. (2025). The 12 Hottest Content Marketing Trends to Follow in 2025. Diakses dari https://www.semrush.com/blog/top-content-marketing-trends-semrush-study/